7 Juni 2012

2.2.2 Jenis Flora dan Fauna yang diketahui dan Dilindungi


a.    Flora
Kabupaten Tanjung Jabung Timur memiliki keragaman jenis flora yang dikelompokkan sebagai penghasil kayu seperti Kayu Ramin, Kayu Lawang (C innamomun cullila wan), Kayu Sepang Caesalpinia sapan), Ulin ((Eusideroxylon zwageri), Kulin (Scocoradocarpus borneensis), Meranti (Shore Sumatrana), Surian (Toona sureni), Pohon ini dimanfaatkan sebagai material bangunan dan furniture.
Tumbuhan penghasil buah seperti Kelapa (Cocos nucifera)      , Pinang (Areca catenu), Kundua (Tetrameles nudiflora) ,Ambacang (Man gifera foetida), Durian (Durio zibethinus), Cempedak (Artocarpus integra). Tanaman ini banyak berada di lahan budidaya pertanian.
Tanaman perkebunan komoditi ekspor seperti Kemenyan (Styrax benzoin), Kapur Barus (Drobalanops aromatica), kulit manis (Cinnamomum burmanni), Kopi (Coffea robusta), Damar (Aleurittes moluccana). Tanaman hias
seperti Anggrek Hitam (
Ceologyne pandurata paphiopedilum), Anggrek
Kantong
(Chamberianismsp), Anggrek Tanah (Calanthe sp), Bunga Alamanda (Alamanda cathartica), Bunga Dahlia  (Dahlia pinnata), Bakung Merah (Hippeastrum puniceum).
b.    Fauna
Fauna merupakan keanekaragaman hayati yang tidak terpisahkan dalam bagian sebuah ekosistem. Pemerintah juga telah menetapkan kawasan khusus bagi perlindungan fauna (satwa). Beberapa potensi fauna yang penting dan dalam status yang terancam.
»»  SELANJUTNYA...

2.2.1. Keanekaragaman Ekosistim


Penetapan kawasan guna perlindungan dan pelestarian keanekaragaman hayati merupakan hal yang mutlak guna menjamin keberlangsungannya kehidupan flora dan fauna , terutama yang terancam dan hampir punah. Berikut ini tipe keanekaragaman ekosistim yang ada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Adapun lokasi masing-masing dapat dilihat pada tabel 2.3.
1.   Suaka Alam mempunyai fungsi pokok sebagai kawasan pengawetan keanekaragaman hayati dan ekosistemnya serta fungsi wilayah sistem penyangga kehidupan.
2.    Cagar Alam kawasan yang mempunyai      keanekaragaman hayati yang spesifik atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi perkembangan alaminya.
3.   Suaka Margasatwa, kawasan yang memiliki keanekaragaman hayati terutama fauna yang unik sehingga dibutuhkan pembinaan habitatnya.
4.   Taman Nasional,        kawasan pelestarian alam dengan ekosistem asli sistem      zonasi  yang dimanfaatkan untuk    ilmu pengetahuan, budidaya, dan pariwisata.
5.   Taman Hutan Raya, Kawasan koleksi keanekaragaman hayati asli dan ex situ bagi pendidikan dan pariwisata.
6.   Taman Wisata, Kawasan pariwisata alam.

Penyelamatan dan pengelolaan sumber keanekaragaman hayati tidak hanya berada di kawasan konservasi tetapi juga terdapat di kawasan produksi dan budidaya. Dimana dalam areal produksi dan budidaya juga telah dibebankan kewajiban untuk melakukan upaya konservasi keanekaragaman hayati sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Bentuk kawasan produksi dan budidaya tersebut seperti areal hutan  produksi, areal hutan tanaman industry.
»»  SELANJUTNYA...

6 Juni 2012

Kantor PDL Tanjung Jabung Timur

Kantor PDl Tanjab Timur
»»  SELANJUTNYA...

2.2. Keanekaragaman Hayati


Keanekaragaman hayati dimana di dalam nya tedapat tiga dasar utama yang membangunnya.  Pertama yaitu keanekaragaman ekosistem, kedua keanekaragaman flora dan fauna, dan yang ketiga keanekaragaman genetik. Dalam pembahasan Status Lingkungan Hidup Kabupaten Tanjung Jabung Timur tahun 2011, mengikuti fokus issu utama keanekaragaman hayati pada tahun sebelumnya mengenai perlindungan dan pelestarian keanekaragaman flora dan fauna yang terdapat di Wilayah  Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan memperhatikan kondisi yang berkembang saat ini. Berikut ini isu utama dari keanekaragaman hayati di Kabupaten Tanjung Jabung Timur :
1.    Tingginya aktifitas pemanfaatan habitat dan ekosistem terutama pada cagar alam yang dilintasi jalan utama dan pengembangan wilayah administrasi.
2.     Rendahnya    upaya  perlindungi sumberdaya hayati (baik flora maupun fauna) yang terdapat di kawasan konservasi sehingga plasma nutfah yang ada  terganggu keberlanjutan hidupnya.
Persoalan        keanekaragaman        hayati merupakan issu yang sifat In-Kind atau menyatu dalam setiap sector yang berhubungan dengan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan. Isu kunci keanekaragaman hayati diharapkan menggambarkan keterwakilan persoalan keanekaragaman hayati di Kabupaten Tanjung Jabung Timur secara fokus. Analisis dilakukan dengan pemilihan dan pendekatan sebagai berikut :
1.     Analisis akan dilakukan kawasan ekosistem kunci, yang secara kualitatif dapat kita ukur status, tekanan dan responnya.
2.     Analisis akan dilakukan pada jenis flora dan fauna startegis, meliputi kondisi status dan tekanan jenis dan populasinya.
3.     Analisis   berdasarkan baku mutu tidak dilakukan tetapi perbandingannya dilakukan dengan literatur ilmiah
4.     Analisis statistik tidak dilakukan mengingat data relatif statis.
5.     Analisis antar waktu dan lokasi tidak dilakukan karena keterbatasan data.
»»  SELANJUTNYA...

2.1.5. Konversi Lahan dan Hutan Tanaman Industri.


Tabel 2.6 memperlihatkan bahwa perubahan fungsi lahan, terbesar karena pengalihan untuk lahan perkebunan sebesar 21.517 Ha. Sementara itu data-data lain belum banyak tersedia.
Perusahaan yang bergerak dalam bidang kehutanan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur sebanyak 6 perusahaan,
 
 yang berdomisili di 5 Kecamatan, dengan luas hutan tanaman industi terluas adalah PT. Mendahara Agro Jaya Industri 3.500 Ha, selanjutnya PT.Sawit Mas Perkasa 2.000 Ha, PT. Kasuari Unggul 1.557 Ha selengkapnya dapat dilihat pada tabel 2.7
 
»»  SELANJUTNYA...